Updated software

Penyesuaian Akun / Rekening Perkiraan sesuai dengan SAK ETAP

Sejak dikeluarkannya ED PPSAK 8 Pencabutan PSAK 27 Akuntansi Koperasi tahun 2010, maka koperasi saat ini mengikuti standar SAK ETAP. PSAK ETAP merupakan bentuk sederhana dari PSAK Umum yang digunakan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dan yang tidak menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements) bagi pengguna eksternal.

 setelan kelompok akun rekening perkiraan sesuai SAK ETAPPada SAK ETAP ada beberapa penyesuaian nama kelompok akun/perkiraan dan pengelompokannya. Istilah Aktiva diganti dengan Aset, Aktiva Lancar juga diganti dengan Aset Lancar yang terdiri dari Kas, Bank, Surat Berharga (jika ada), Piutang Usaha, Piutang Pinjaman Anggota, Piutang Pinjaman Non-Anggota, Penyisihan Piutang Tak Tertagih, Persediaan, Biaya Dibayar Di Muka, dan Aset Lancar Lain.

 Sedangkan selain daripada yang tersebut di atas dikelompokkan sebagai Aset Tidak Lancar yang terdiri dari Investasi Jangka Panjang seperti penyertaan pada usaha atau koperasi lain untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, Properti Investasi seperti tanah dan bangunan yang dalam penguasaan koperasi yang menghasilkan sewa atau pertambahan nilai atau keduanya, Akumulasi Penyusutan Properti Investasi, Aset Tetap juga menjadi bagian dari Aset Tidak Lancar yang mencakup tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dan inventaris yang digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan usaha, Akumulasi Penyusutan Aset Tetap, Aset Tidak Berwujud seperti hak paten, hak cipta, hak usaha, waralaba, dsb. Akumulasi Amortisasi Aset Tidak berwujud, dan Aset Tidak Lancar Lain.

setelan daftar perkiraan (chart of account) bisa disesuaikan sendiri

Istilah Hutang juga diganti dengan Kewajiban. Kewajiban dikelompokkan menjadi dua, yaitu Kewajiban Jangka Pendek dan Kewajiban Jangka Panjang. Kewajiban Jangka Pendek meliputi Simpanan Anggota, SHU Bagian Anggota, Dana-dana alokasi SHU selain cadangan modal, Hutang Usaha, Hutang Bank dan Lembaga Keuangan Lain dibawah satu tahun, Beban Yang Masih Harus Dibayar, dan Pendapatan Diterima Di Muka. Sedangkan Kewajiban Jangka Panjang meliputi Hutang Bank dan Lembaga Keuangan Lain dengan jangka waktu di atas satu tahun, Kewajiban Imbalan Pasca Kerja (selain pesangon PHK terhutang setelah pekerja menyelesaikan masa kerjanya), dan Kewajiban Jangka Panjang lainnya.

Selanjutnya Istilah Modal diganti dengan Ekuitas, yang terdiri dari Simpanan Pokok (disebut sebagai Setoran Pokok pada UU Koperasi baru), Simpanan Wajib (disebut sertifikat modal koperasi pada UU koperasi baru), Dana Cadangan, Hibah/Donasi, dan SHU (selisih hasil usaha) berjalan.

contoh laporan keuangan neraca posisi keuangan sesuai SAK ETAP