Artikel

IMPLEMENTASI ARMADILLO SIMPAN PINJAM DI PSAK27 PASAL 37

Koperasi sebagai Soko Guru dan gerakan ekonomi rakyat nasional kini harus berhadapan dengan berkembangan yang begitu pesat dalam setiap sendi perekonomian masyarakat, ini menuntut dunia Koperasi untuk bisa berlari lebih cepat untuk mengimbangi laju perkembangan dunia ekonomi saat ini, salah satu yang saat menjadi hal urgent adalah perkebangan tehnologi yang setiap detiknya tumbuh ide-ide baru dan system-system baru sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan tolak ukur Tepat,Efisien dan yang paling penting Cepat tanpa harus mengesampingkan dasar-dasar system itu sendiri.
Dari sinilah, Aramadillo Sinmpan Pinjam yang merupakan salah satu jawaban untuk tantangan dunia tehnologi saat ini, dengan mengacu pada PSAK27 yang merupakan acuan paling dasar dalam dunia koperasi, armadillo menyajikan berbagai kebutuhan untuk implemetasi Pernyataan Standart Akuntasi Keunagan no.27, tentang Perkoperasian.

Armadillo Simpan Pinjam merupaka Aplikasi yang di khusus untuk Badan Usaha KOPERASI dengan jenis dan usaha yang berbeda, baik itu KOPKAR, KOPWAN, USP, KSP, BPR dan jenis usaha lain yang bersifat KOPERASI, yang tentunya memiliki Syarat khusus di dalamnya sesuai dengan yang tertuang dalam PSAK No.27

MODAL ANGGOTA

Jika bicara Koperasi,maka tidak akan lepas dari peran serta ANGGOTA yang memiliki Dua peran di dalamnya, selain sebagai pemilik juga sebagai pengguna jasa Koperasi, Seperti yang tertuang dalam PSAK.27 Pasal 37
“Simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lain
yang memiliki karakteristik yang sama dengan simpanan pokok atau
simpanan wajib diakui sebagai ekuitas koperasi dan dicatat sebesar
nilai nominalnya.”

Setelah terdaftar, maka anggota tersebut di mempunyai kewajiban untuk memberikan simpanan pokok yaitu sejumlah uang harus di setorkan ke koperasi dengan jumlah yang sudah di tentukan besarannya dan hanya berikan sekali saja, sedangakan simpanan wajib yaitu sejumlah uang yang harus di setorkan ke koperasi dengan besara yang tidak selalu sama dengan simpanan pokok dan di setorkan secara berkala dengan nominal yang sudah di tentukan, misalkan : Simpanan pokok = Rp.100.000; dan Simpanan wajib = Rp.50.000;/bulan, makan anggota wajib menyetor tiap bulannya sebesar Rp50.000;

Karena untuk simpanan Wajib Dan Pokok di akui sebagai ekuitas maka tidak dapat di tarik sewaktu-sewaktu selama dia menjadi anggota koperasi sedangakan untuk simpanan lain yang berkaintan dengan pinjaman, tidak masuk dalam ekuitas sehingga bisa di tarik jika pinjama sudah lunas, sumbangan atau Dana yang di dapat dari pihak lain yang memili ciri sama dengan simpanan pokok /wajib maka tetap diakui sebagai ekuitas atau modal sehingga tercatat dalam laporan keuangannya sebagai berikut :

Bentuk Neraca yang ada di Armadillo Simpan Pinjam adalah Bentuk Stuffel (Report Form), ada 2 Jenis Penyajian Laporan yaitu Skontro (T-Account Form) dan Stuffel (Report Form) dan keduanya lazim di pakai di dunia Akuntansi, hanya saja untuk orang awam bentuk Stuffel lebih mudah di pahami cara membacanya.
Sekian sedikit ulasan tentang PSAK 27 pasal 37, masih sangat sederhana , kritik dan saran sangat saya nantikan untuk lebih baiknya artikel ini atau selanjutnya.