Artikel

Cash Basis VS Accruel Basis Pada usaha Simpan Pinjam

Jenis Usaha : Koperasi (Simpan Pinjam)

Bahasan : Akuntansi

Di dalam perhitungan akuntansi di kenal istilah cash basih dan acrruel basis.

CASH BASIS bisa diartikan bahwa pengakuan pendapatan atau biaya diakui (dibukukan) saat terjadi penerimaan kas (cash).

Sedangkan perhitungan ACCRUEL BASIS basis adalah pengakuan pendapatan atau biaya di akui di depan meskipun kita belum mnegeluarkan atau menerima uang (Cash).

Setiap koperasi simpan pinjam mempunyai cara yang masing-masing dalam perhitungan akuntansinya.

Accruel Basis

Sebgaian koperasi menggunakan metode accruel basis seperti contoh koperasi karyawan, KPRI dan sejenisnya dimana metode pembayaran ANGSURAN dengan menggunakan cara potong gaji setiap bulannya. Meskipun menggunakan metode accruel basis (Pada pendapatan pinjaman),kekhawatiran akan adanya piutang tak tertagih akan lebih kecil. Saat awal bulan dibukukan pendapatan (bunga pinjaman) terlebih dahulu dengan mengakui pendapatan yang dimasukkan dalam perkiraaan Pendapatan Yang Masih Hatus Diterima (Aktiva) Dengan jurnal sebagai berikut

Pendapatan Bunga (pendapatan) Rp xxxx

Pendapatan Yang Masih Harus diterima(Aktiva) Rp xxxx

Saat terjadi pembayaranangsuran pinjaman (potong gaji) kita sudah tidak membukukan pendapatan lagi, maka jurnal yang di bukukan adalah sebgai berikut

Kas Rp. Xxxx

Pendapatan Ymh Di terima Rp. Xxxx

Sehingga jika semua anggota sudah melakukan pembayaran , maka perkiraan Pendapatan YMH di terima akan menjadi Rp. 0,-

Sedangkan untuk biaya (bunga simpanan) maka bunga simpanan tersebut langsung menambah pada saldo pda saat akhir bulan. Dengan jurnal sebagai berikut

Biaya Bunga Simpanan Rp . xxxx

Simpanan Anggota Rp. xxxxx

Catatan:

Sebenarnya di dalam simpanan (sukarela) pada koperasi tidak dibedakan antara pokok dan bunga. kedua nilai tersebut di jadikan satu pada sebuah nilai yang disebut saldo.

Perkiraan di dalam neraca juga hanya satu , yaitu Simpanan Anggota (hutang).